Pagi itu suasana mendung, hujan yang tak begitu deras mengiringi kesibukan orang2 di dapur untuk membuat masakan buat hari esok. Kesibukan yang telah membudaya bagi masyarakat muslim Bangka Selatan, untuk menyambut hari raya “Idul Adha” atau sering disebut “lebaran haji”.
Waktu
mengalir begitu lambat, cerita demi cerita atau kelakar2 ngirongidulpun tak
terasa ada yang menghentikannya. Tiada pertanda, hanya kegilisahan tidur tadi
malam yang mengusik tanpa alasan, mengapa demikian?
Samar
cerita kami dapat, dari orang yg tak jelas ada berita yang mengejutkan. Bak
gelombang hempaskan pesisir pantai, bak kepak elang menyambar ikan, semua
kering kerontang, dan terasa gelap sekelilingnya hingga masing-masing wajah
memberi tanda tanya “?”
Singkat
cerita “Pengorbanan” yang diberikan terhadap Keluarga kami begitu besar.
Sebuah
pengorbanan dari “Al-Muqtadir” Seorang “anak, ponakan, abang dan adik, juga
kawan” ; ............Innalillahi Wainna
Illaihi rojiuun........
T’lalu
cepat waktu memanggilmu Nak!,
T’lalu
singkat kehidupanmu...... Bang!,
T’lalu
Pendek terasa langkahmu .......Dik,
Belum
selesai cerita kita ............Kawan,
“Al-Malik”,
punya keinginan lain untuk mu Nak!
“Ar-Rahiim”,
memberitahu kepada kami bahwa “Allah” berhak lebih sayang padamu ...Bang!
“Al-Matin”,
menginginkan kehidupanmu yang lebih sempurna dari pada kami yang kau
tinggalkan.... Dik!,
“Al-Khabir”,
Dan Allah Maha memberikan cerita-cerita pada kehidupan manusia di dunia yang akan
ditinggalkan...., agar kami lebih mendekatkan diri pada “PenciptaNya”
Kekar
tubuhmu...., sekekar wajah dan grahammu...!!!!
Ringannya
senyummu...!!!!!!, seringan hatimu yang selalu menyanyangi kami dan orang-orang
disekitarmu...............!!!!!
Teduhnya jiwa...., seteduh jiwa yang iklas kau berikan pada orang-orang disekitarmu..
Teduhnya jiwa...., seteduh jiwa yang iklas kau berikan pada orang-orang disekitarmu..
Tak
ada cerita yang rusak kami dengar tentangmu......,
Tiada
untaian sumbang yang kami dapat, dan
Tiada
cacat langkah hidupmu yang kami dengar.
Maafkan
kami atas semua itu..., karena ;
Belum
ada pujian kata-kata buatmu,
Belum
ada jempolan yang kami berikan atas semua itu.......,
Pergilah....
dan pergilah...,
Rasa
iklas kami lapangkan buatmu....
Rasa
perih hati kami, tak kan menyulitkan langkah mu kelak dialam sana...
Kan
kami ingat tawa kecilmu....,
Kan
kami kenang kernyitan matamu........,
Kan
kami sandungkan irama “Takbir, Tahmit dan do’a kami buatmu”...
Pergilah.....!
Kami
tak memiliki hak dan kewajiban untuk menahanmu...
Karena
kekuasan hanya Pada Allah SWT .... semata!
“Dia-lah
Zat yang melihat segala yang ada ini, baik besar, kecil, halus, jauh maupun
dekat..
Bagi
Allah, semuanya dapat dilihat tanpa ada perbedaan sama sekali,”
Selamat
jalan Anak, Ponakan, Abang, Adik dan kawan kami tercinta.....
Selamat
jalan saudaraku, dan sahabatku.....
Rasa
cinta kami...., dan rasa sayang kami tak kan pupus....,
Sudah
setahun dirimu berlalu...
Banyak
kenangan.....,
Banyak cerita... dan
Banyak
kesan dan pesan............
Insya
Allah itu semua tak kan lepas dipelupuk mata dan hati kami....
Ya
Allah.... terimalah segala amal ibadah dan perbuatan2nya ...
Ampunkanlah
segala dosa dan kesalahannya selama ia masih hidup..
Tempatkanlah
ia dalam “singgasanamu” sebagaimana menempatkan orang-orang yang mukmin,
muslim...., Ya Robb!
Lapangkan dan terangkan kuburannya......., sebagai mana Allah lapangkan bagi orang-orang yang masuk dalam golongan Mu..., Ya Allah!
Lapangkan dan terangkan kuburannya......., sebagai mana Allah lapangkan bagi orang-orang yang masuk dalam golongan Mu..., Ya Allah!
Jika
ini yang kau pinta pada keluarga kami......, ridho kami atas Mu!
Walau
pengorbanan Nabi Ibrahim ....., tak sepadan pengorbanan kami,
Tapi
ini merupakan ujian bagi kami dimata Mu ...., Ya Robb!
Sebab
hanya Allah SWT..., yang lebih mengetahuinya dan yang berkehendak..
Amin...
Mideo;
November 2010
Pamanmu.....
Toetoe dan Kelg. Besar