Jumat, 18 November 2011

SEBUAH PENGORBANAN



Pagi itu suasana mendung, hujan yang tak begitu deras mengiringi kesibukan orang2 di dapur untuk membuat masakan buat hari esok. Kesibukan yang telah membudaya bagi masyarakat muslim Bangka Selatan, untuk menyambut hari raya “Idul Adha” atau sering disebut “lebaran haji”.


Waktu mengalir begitu lambat, cerita demi cerita atau kelakar2 ngirongidulpun tak terasa ada yang menghentikannya. Tiada pertanda, hanya kegilisahan tidur tadi malam yang mengusik tanpa alasan, mengapa demikian?

Samar cerita kami dapat, dari orang yg tak jelas ada berita yang mengejutkan. Bak gelombang hempaskan pesisir pantai, bak kepak elang menyambar ikan, semua kering kerontang, dan terasa gelap sekelilingnya hingga masing-masing wajah memberi tanda tanya “?”

Singkat cerita “Pengorbanan” yang diberikan terhadap Keluarga kami begitu besar.
Sebuah pengorbanan dari “Al-Muqtadir” Seorang “anak, ponakan, abang dan adik, juga kawan” ; ............Innalillahi Wainna Illaihi rojiuun........

T’lalu cepat waktu memanggilmu  Nak!,
T’lalu singkat kehidupanmu...... Bang!,
T’lalu Pendek terasa langkahmu .......Dik,
Belum selesai cerita kita ............Kawan,

“Al-Malik”, punya keinginan lain untuk mu Nak!
“Ar-Rahiim”, memberitahu kepada kami bahwa “Allah” berhak lebih sayang padamu ...Bang!
“Al-Matin”, menginginkan kehidupanmu yang lebih sempurna dari pada kami yang kau tinggalkan.... Dik!,

“Al-Khabir”, Dan Allah Maha memberikan cerita-cerita pada kehidupan manusia di dunia yang akan ditinggalkan...., agar kami lebih mendekatkan diri pada “PenciptaNya”

Kekar tubuhmu...., sekekar wajah dan grahammu...!!!!
Ringannya senyummu...!!!!!!, seringan hatimu yang selalu menyanyangi kami dan orang-orang disekitarmu...............!!!!!
 Teduhnya jiwa...., seteduh jiwa yang iklas kau berikan pada orang-orang disekitarmu..
Tak ada cerita yang rusak kami dengar tentangmu......,
Tiada untaian sumbang yang kami dapat, dan
Tiada cacat langkah hidupmu yang kami dengar.
Maafkan kami atas semua itu..., karena ;
Belum ada pujian kata-kata buatmu,
Belum ada jempolan yang kami berikan atas semua itu.......,

Pergilah.... dan pergilah...,
Rasa iklas kami lapangkan buatmu....
Rasa perih hati kami, tak kan menyulitkan langkah mu kelak dialam sana...
Kan kami ingat tawa kecilmu....,
Kan kami kenang kernyitan matamu........,
Kan kami sandungkan irama “Takbir, Tahmit dan do’a kami buatmu”...

Pergilah.....!
Kami tak memiliki hak dan kewajiban untuk menahanmu...
Karena kekuasan hanya Pada Allah SWT .... semata!
“Dia-lah Zat yang melihat segala yang ada ini, baik besar, kecil, halus, jauh maupun dekat..
Bagi Allah, semuanya dapat dilihat tanpa ada perbedaan sama sekali,”
Selamat jalan Anak, Ponakan, Abang, Adik dan kawan kami tercinta.....
Selamat jalan saudaraku, dan sahabatku.....
Rasa cinta kami...., dan rasa sayang kami tak kan pupus....,
Sudah setahun dirimu berlalu...
Banyak kenangan.....,
Banyak  cerita... dan
Banyak kesan dan pesan............
Insya Allah itu semua tak kan lepas dipelupuk mata dan hati kami....
Ya Allah.... terimalah segala amal ibadah dan perbuatan2nya ...
Ampunkanlah segala dosa dan kesalahannya selama ia masih hidup..
Tempatkanlah ia dalam “singgasanamu” sebagaimana menempatkan orang-orang yang mukmin, muslim...., Ya Robb!
 Lapangkan dan terangkan kuburannya......., sebagai mana Allah lapangkan bagi orang-orang yang masuk dalam golongan Mu..., Ya Allah!
Jika ini yang kau pinta pada keluarga kami......, ridho kami atas Mu!
Walau pengorbanan Nabi Ibrahim ....., tak sepadan pengorbanan kami,
Tapi ini merupakan ujian bagi kami dimata Mu ...., Ya Robb!
Sebab hanya Allah SWT..., yang lebih mengetahuinya dan yang berkehendak..
Amin...



Mideo; November 2010
Pamanmu.....

Toetoe dan Kelg. Besar