Selasa, 08 Februari 2011
Rabu, 02 Februari 2011
Cerpong
Cinta mentari
Mentari ........., tak mampu hariku untuk lupakan dirimu, Gayuh malam pun menghambat mimpi-mimpi indahku, Detik, menit, dan waktu tak henti2nya melupakan mu.....,
Aku jatuh cintakah? Apakah hanya ilusi untuk dijadikan catatan kaki?
Mentari ....., jangan tuangkan racun asmara mu, hingga gairah nadi cinta ku datang tak dapat ku hadang, betapa deritanya.... kala dirimu hadir hanya membuat ku luka......,
Mentari......, jangan kau sinari hatiku dengan cahya kesejukan, karna remang-remang jiwaku kan bergelora, jika itu pun datang kan membuat gelombang jantungku berirama......,
Kepolosan hatimu...., kepolosan jiwa mu....., ke indahan bibirmu uraikan kata-kata membuat ku terlelap dalam dahaga cinta......,
Aku jatuh cintakah?
Mentari ................ jangan kau rebut gelora hatiku....., karna ketidakuasa diriku untuk menerima itu..., sebab aku tak mampu melihat rembulan mencumburuiku........, hingga ia terluka....., walau tak tersayat....,
Cukupkan deritaku......, akhiri dirimu sinari kedamaian pada tubuhku..., biarlah aku layu dalam sinar mu, dan aku akan tegar bila rembulan memberi cahya yang benderang...., aku tau dirimu dan rembulan tak begitu bersahabat...., Maka aku tak kuasa untuk menemukan mentariku dan rembulanku......,
Habang; Desember 2008
Toto Anak Mang Derani Ci Siti
WAJAH impian
Hari ini ku belai wajahmu......., ku belai rambutmu......, ku raba kulit tanganmu..., ku usap bibirmu........., ku kecup pipi kanan dan kirimu juga jidatmu........, dirimu kaku dan terdiam......, seketika itu ketakutanku perlahan meningkat....., karena ketidak beranianku untuk berbuat sejauh itu...,
Mulus nian tubuhmu......., tak secuil apapun yang melekat dalam kulit pipi dan wajahmu....., ke alamian yang kau miliki membuat rasa gairahku menjadi rapuh, hatiku berkata tak tega melukai wajahmu......, hatimu......, kucupmu baru memekar, melengkapi cahaya kecantikanmu...,
Kata-kata apa yang harus ku puji untuk memanggilmu........,
Kata sayang apa harus ku lontarkan untuk menyapamu....., hampir 1001 kata pujanggapun tak akan tepat untuk hiasi nama-nama panggilan sayangmu....,
Sebab kau lahir bukan atas kata pujangga......, kau lahir bukan dalam impian wayang tak bernama........,
Cukuplah bagiku untuk menemanimu...., jangan larutkan aku dalam impian cerita wayang tak berkesudahan..., dimana dirimu hadir menambah lukaku yang begitu dalam, dimana nadiku hampir tak beriringi dengan napasku...., jangan kau lemparkan wajahmu ke dalam laraku....., tak kuasa jantungku mengiramakan lagumu....., sebab disana gamelan lagaku belum di mulai....
Toboali, di penghujung tahun 2008
Toto Anak Mang Derani Ci Siti
TERLANJUR SALIMA
Salima......., tebar mimpi mu mengharumkan napas kembang tidurku, diantara waktu yang begitu padat api asmara rinduku meracuni hidungku,
Salima....., kemurnian yang kau miliki bagaikan mata air yang jernih, seluruh raga mu mempesona pandangan mata hatiku.., ribuan kemuning berwajah jingga mewarnai dikelopak mataku, aku lupa untuk bercermin atas ketidak pantasan dirimu tuk ku miliki, bukan citra......., bukan farfum....., bukan seribu alat kecantikan yang melekat pada tubuhmu, karena dirimu terlahir sebagai kembang desa,
Salima...... terlanjur jauh aku merangkul rembulan, dimana bintang dan tujuh planet menghawatirkan hatinya agar tak terjatuh, keresahan ragaku bagai panah menusuk jiwaku....., tetesan darahnya mengalir air kasih dan sayangku....., ku hirup lalu sisanya kusemburkan pada bunga-bunga cinta yang baru memekar..., dari kelopak kekelopak berganti warna warni....,
Terlanjur Salima....., patri janji hati bak arca berdiri di atas batu karang, tegar dan gelombang pun tak mampu meruntuhkannya..., Mestinya kamu tau! Perasaan dan rasa terasa manis jika dipadukan dengan bermacam bumbu-bumbu asmara, pahitpun melewati tenggorakan raga yang memabukan,
Terlanjur Salima........pahatku tak mampu ukirkan wajahmu, karena pualam berlapis emas, runtuhnya raga bukan nodai irama cintaku........,karena ku lihat lapisan matamu memaknai diantaranya ada aku....
Toboali, di Pertengahan Tahun 2009
Toto Anak Mang Derani Ci Siti
Cerpong
SEBUAH CATATAN BUAT ISTRIKOE
Jika malam bisa bicara dan rembulan bisa menyampaikan pesan, mungkin dirimu tau bahwa kedukaan dan kesengsaraan hatiku, Jika mentari bisa berbisik, mungkin ibamu tiba kala peluhku mengalir keringat darah, Mestinya kamu tau.... dan akan tau itu....., karena ujung penaku menekan akan berbuah angka milyaran, ktika itu ada sebuah ketakutan karena dirimu telah memakan dana haram,
Istriku kesalehanmu membuat aku buyar dari seribu keinginan terpendam, aku tau tiada sehelai pun hiasan yang menghiasi pada tubuhmu......, aku tau tak ada sutra yang melekat pada sekujur tubuhmu....., sebab ketidak mampuanku untuk membalut semua itu....,
Istriku......, walau egoisku membara tapi tak mengubah citra apapun tuk melepaskan cinta suci dan sayangku, disitu kemampuanku hingga aku takut kehilangan dirimu...., kata-kataku adalah wujud ketakutanku bahwa dirimu tak menyayangiku...,
Sabarlah istriku....!!
Jangan kau takut akan kelengahanku, karena akupun berpikir untuk kita...., jangan dirimu takut akan derita.... sesungguhnya akupun demikian,
Percayalah istriku...!!!,
Diantara belukar....pasti ada sepongoh huma berdiri tegar, karena disana rimba kan bicara bahwa kita adalah kawan dan teman, biarkan keanehan kata-kata menghujat, acuhkan cemooh-cemooh akan diri kita......,
Yang ku pinta ......, sayangilah aku..... cintailah aku...., aku adalah suamimu...., aku akan berusaha semua itu.....,
Disini kita dirikan pandu pertiwi, kedinginan.... kepanasan..... kita rangkul bersama dalam se ia dan sekata....., kamu tau kan mataku tak dapat melabui kesengsaraan hatiku? Dan aku pun tau rasa sayangmu tak mengubah kata-kata hatimu....!!
Met tidur sayang...., disana kita bermimpi bersama tentang realita kehidupan dalam rumah tangga......., salamku buat larva yang mengalir diantara kedua bibirmu......, salamku pada kegelisahan hatimu....., salamku pada selimut tebal membalut tubuhmu yang binal......, apakah dirimupun menyampaikan salam demikian?
May Be!!!!!
Kayu Manis, Medeo Agustus 2008 Di Pojok keheningan malam,
Langganan:
Postingan (Atom)
